RSS

Pendidikan dan Sistem

04 Oct

back-to-school

Eksistensi fungsional dari Pendidikan saat ini lebih di tekankan sebagai subordinat dari sistem industri dan ekonomi. Seharusnya praktisi pendidikan lebih jujur dan terbuka bahwa tuan yang mereka layani saat ini adalah kekuatan kapital yang menopang bergeraknya sistem industri, bukan kekuatan moral atau nilai agamis, jika pun ada maka itu diluar mainstream sistem. Karenanya trend dalam dunia pendidikan adalah selalu mengikuti kemana kebutuhan dunia industri dan ekonomi bergerak.

Pendidikan juga dapat di analogikan sebagai struktur genetik dalam tubuh sistem sebab pendidikan bertugas mereproduksi sistem, memastikan homogenitas tetap terjaga dan menjaga stabilitas sistem agar tetap sama dan bergerak dengan prinsip-prinsip yang sama. Karena sistem ekonomi dan kapital memiliki konstanta yang merupakan harga mati yang tidak boleh di ubah.  Dan pendidikan memastikan agar sistem dapat terus berjalan sama.

Jika pendidikan seperti sebuah blue print dan cetakan maka negara dan bangsa adalah hasil cetakan nyata dari sistem pendidikan. Bagaimana dengan negara korup dan pejabat amoral? Maka itu pun hasil dari blue print cetakan sistem pendidikan. Dan korupsi yang terus menerus terjadi tidak salah jika memang pendidikan terus mencetak sistem agar tetap sama dari waktu-ke waktu….

Bagaimana dengan lembaga hukum? Bukankah seharusnya dapat menanggulangi korupsi? Maka itu bisa di jawab dari mana SDM pelaksana hukum dididik? Bukankah mereka hasil cetakan dari lembaga pendidikan hukum? SDM merupakan produk nyata dari sistem pendidikan.

Tentu saja sangat naif jika kita mereduksi sistem pendidikan hanya sebatas proses yang terjadi di ruang-ruang sesak kelas dan di bangku-bangku kering kuliah. Tentu sangat reduktif jika kita hanya menyempitkan makna pendidikan pada proses simulatif persekolahan dan perkuliahan semacam itu. Pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah dan institusi formil yang mengatas namakan diri sebagai institusi pendidik. Lebih luas dari itu, jurnalisme, media massa, para pemimpin, regulator, masyarakat dan orang tua memiliki peran edukatif. Kerusakan sistmik saat ini tidak lepas dari tidak berjalannya dengan baik peran edukatif dari usur-unsur makro dan mikro dari pendidikan.

kebiasaan kita yang melihat fenomena sosial sebagai sebuah fragmen yang ekslusif adalah sebuah kegagalan yang nyata dalam memahami sifat dari problematika sosial yang tercipta sebagai eksistensi yang memiliki interelasi dengan subsistem lainnya. Jika orang saat ini menyorot tentang korupsi maka mereka tidak mau melihat bahwa ada tanggung jawab edukatif dan moral yang ia juga miliki untuk mengubah kultur yang rusak dari sistem. Karena ia sendiri adalah bagian dari sistem ….

Sejujurnya kita semua bertanggung jawab akan seluruh kerusakan yang ada dengan kadar dan porsi kita masing-masing. Karenanya seharusnya tiap diri kita berbuat dengan kadar dan tanggung jawab masing-masing untuk mengubah keadaan…..Karena semua punya peran dan tanggung jawab edukatif…….

كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته

“Setiap kamu adalah pemimpin dan kamu sekelian akan ditanya perihal kepimpinan kamu. Seorang Imam (ketua) adalah pemimpin dan dia akan ditanya mengenai kepimpinannya. (Ahmad -4495)

Zul 2013

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 4, 2013 in Umum

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: