RSS

Proyek Sekularisasi

12 Oct

A.  Prakata ku 

   Sekularisasi merupakan produk murni dari kebudayaan barat. Yakni sebuah gagasan yang merupakan produkImage historis dari kondisi agama, politik sosial dan kultural eropa. Gagasan sekularisasi sebagai gagasan yang populer tidak lahir di dunia timur namun lebih tepatnya sebagai sebuah gagasan reaksioner dari masyarakat barat terhadap doktrin-ajaran kristen. Yang perlu digaris bawahi dari pembahasan tentang sekularisasi adalah, sekularisasi bukanlah wacana teoritis, namun sebuah wacana faktual yang dampak penerapannya terlihat jelas dan nyata, baik dalam fakta sejarah maupun realita kontemporer yang dapat kita temui dalam ruang lingkup global maupun regional. Jadi pembahasan ini merupakan refleksi terhadap keadaan nyata yang telah dan sedang berjalan dan terus berproses (inprogress).

       Cukup menarik bagi kita untuk menengok kembali fakta sejarah tentang bagaimana terjadinya perubahan nilai dan pandangan hidup dari dunia barat-kristen menjadi barat yang sekular-liberal. Hal ini juga menandakan bahwa sekularisme adalah proyek yang benar-benar berjalan (ongoing process) dan bukan sekedar sebuah bukan kajian teroritik-abstrak yang menjadi sejenis perdebatan ala binzatium didalam buku-buku akademis. Perubahan wajah dunia barat dan ummat nasrani eropa merupakan tanda kuatnya proses sekularisasi yang terjadi di sana. Dan anehnya gagasan destruktif tersebut tengah di import dan di copypaste secara besar-besaran di negeri-negeri muslim wa bil khusus di negeri kita indonesia.

B. Bahasa dan Terminologi

          Secularisme berasal dari kata secular yang merupakan istilah yang di kenal dalam bahasa inggris yang berasal dari bahasa latin saeculum yang bermakna zaman sekarang. (the present world). dan terkadang di artikan sebagai world atau dunia/duniawi, karenanya dalam bahasa latin kata secular juga semakna dengan kata mundus yang di inggriskan menjadi kata mundane yang berarti dunia.

Merujuk pada kamus webster secara istilah sekularisasi di artikan sebagai

“the activity of changing something (art or education or society or morality etc.) so it is no longer under the control or influence of religion”

Aktivitas dari mengubah sesuatu (seni, edukasi atau moral masyarakat dll.) agar ia tidak lagi di kendalikan oleh pengaruh dari agama

Menurut Harver Cox seorang teolog terkemuka barat istilah secularisasi bermakna Proses pengembangan pembebasan masyarakat (a liberating development)   dari agama dan pandangan hidup metafisik yang tertutup (Closed metaphysical worldviews) .

Dari istilah tersebut memang mengisyarkatkan upaya reinterpretasi terhadap naskah bible, untuk memperoleh kesimpulan-kesimpulan baru.

C. Historical Review

           Sekularisasi merupakan gagasan barat yang berakar pada sejarah pertentangan klasik antara akal dan bibel di dunia barat atau eropa khususnya. Bibel dan teologi di anggap menghambat perkembangan Sains dan filsafat disebabkan banyaknya pertentangan antara thesis ilmiah (saintific thesis) dan dogma agama nasrani (Christian creed). Contoh kasus adalah yang terjadi kepada para ilmuan barat seperti copernicus dengan bukunya De revolutionibus pada tahun 1507 dan galileo The System of The World pada tahun 1632. Yang keduanya mendapat kecaman dan hukum dari Inkuisisi disebabkan hasil temuan ilmiah mereka bertentangan dengan dogma paten ajaran kristen. Semua ilmuwan yang temuannya secara nyata bertentangan naskah bible maka secara serta merta akan di hukum dan di vonis sesat oleh inkuisisi.

Dominasi gereja di eropa memunculkan reaksi dari kalangan pemikir dan rasionalis dalam bentuk upaya untuk melepaskan diri dari kungkungan agama dan gereja. Gerakan tersebut di dukung oleh para filosof, teolog, sosiolog, psikolog, sejarawan dan politikus. Proses pembebasan diri dari dominasi gereja di eropa  tercermin dari babak dalam sejarah eropa yang dikenal dengan renaissance yang terjadi pada abad 15-16 M. Yakni sebuah babak dalam dunia barat yang dimaknai sebagai abad lahirnya kembali akal setelah sekian lama terkungkung oleh doktrin agama dan teks bible. Yang kemudian dilanjutkan dengan enlightment yang bermakna abad pencerahan yang terjadi pada abad 17 – 19 M yang ditandai dengan semakin maraknya pemikiran rasionalis, humanis dan liberalis dipropagandakan. Dari abad pencerahan inilah menandai titik awal babak baru yang di kenal dengan istilah abad modern dalam dunia barat.

Gerakan sekularisasi di eropa  mengkrucut pada upaya reinterpretasi ajaran dan dogma kristen yang di kenal dengan istilah (Hermeneutics). Reinterpretasi ajaran kristen dianggap sebagai sebuah keharusan kristiani untuk dapat bertahan dalam perubahan paradigma barat yang berkembang kearah pemikiran modern. Gerakan ini melahirkan pada teolog radikal seperti Ludwig Feurbach (1904 – 1872 ), Karl Bath (1886 – 1968) Paul Van Buren, Woolwich, Werner dll. Yang mereka dikenal dengan para teolog kematian tuhan. Mereka berpendapat bahwa ajaran kristen harus di sesuaikan dengan pandangan hidup sains modern. Dari situlah mereka membuat interprestasi liberal terhadap bibel. Yang hasilnya adalah penolakan akan adanya alam lain yang lebih baik dan lebih sempurna dari alam dunia ini. Pandangan para teolog kematian tuhan tersebut yang kemudian di bentuk menjadi teologi sekuler.

D. Barat-Agamis ke Barat-Sekular

Ide sekularisasi itu sendiri sangat kontroversial dikalangan kristen. Sebab mereka memandang bahwa ide ini dapat menghancurkan agama kristen. Namun diterimanya ide sekularisasi disebabkan hegomoni barat yang begitu kuat dan trauma barat atas dominasi gereja kristen dimasa lalu.  Paling tidak fakta tersekulerkannya barat dari keadaan awalnya barat-kristen menjadi barat-liberal-sekular.  Dapat diringkas menjadi 3 faktor penyebab yakni trauma sejarah, problema teks bible dan problema teologis kristen.  Secara singkat akan dipaparkan lebih lanjut :

1. Trauma sejarah

Barat memiliki trauma sejarah yang dimulai dari runtuhnya imperium romawi barat pada 476 M dan munculnya gereja kristen sebagai institusi dominan dibarat. Mereka menyebut era ini dengan abad kegelapan (dark age) yang berlangsung dari abad 3 M – 14 M. Abad ini berakhir dengan bergulirnya abad renaissance. Abad ini ditandangi dengan runtuhnya institusi-institusi negara romawi dan organisasi gereja tumbuh dengan pesat dan memperoleh kekuatan dan signifikasinya.  Gereja tumbuh menjadi semakin hegemonik dan melahirkan sebuah institusi yang dikenal kejahatan dan kekejamannya yakni “INQUISISI”. Sehingga Karen Amstrong mantan biarawati terkenal menyebutnya sebagai “instrumen teror gereja katolik”. Pada era ini terjadi banyak kasus baik penjualan surat pengampunan dosa oleh gereja, pembantaian keji oleh inkuisisi, pembantaian kaum protestan, dan ikut campurnya gereja dengan politik kerajaan terutama di inggris. Hal ini melahirkan traumatik barat dan gagasan sekularisme.

2.   Problema teks bible

Persoalan yang tidak kalah ruwetnya yang menimpa masyarkat nasrani barat adalah seputar otentisitas teks bible dan makna yang terkandung didalamnya, sebagai contoh ada 5000 manuskrip teks bible dalam bahasa greek yang berbeda satu dengan yang lain. Selain itu ada 160 versi bible dalam bahasa yunani yang tidak semua bahasanya dapat di terjemahkan dengan baik dengan bahasa latin.

3.  Problema teologis kristen

Sebagai gambaran persoalan teologi kristen, para teolog besar di era barat modern akhirnya “menyerah” dan “lelah” sehingga sampai pada kesimpulan bahwa konsep kristen tentang yesus memang misterius dan tidak dapat dijangkau oleh akal manusia sehingga jangan di pikirkan. Hal ini dikarenakan doktrin teologi kristen tidak tersusun dimasa yesus tapi beratus-ratus tahun sesudahnya, yakni pada tahun 325 dalam konsili Nicea yang di pelopori oleh kaisar konstantin dimana aspek-aspek ketuhanan yesus di putuskan lewat pemungutan suara (voting).

E. Tiga Proyek Besar Sekularisasi

          Harvey cox the teolog terkemuka (Prominent theolog) modern barat dalam bukunya “The Secular City “ menjelaskan bahwa terdapat tiga komponen penting sebagai asas menuju sekularisasi yakni disenchantment of nature, the desacralization of politic, the deconsecration of value.

1.  Desenchantment of nature

Konsep ini merujuk pada makna pengosongan nilai-nilai ruhani dan agama dari alam (dunia). Havey cox mengambil gagasan dari max weber sosiolog jerman yang menyatakan bahwa sains  akan maju jika dunia atau alam ini dikosongkan dari keyakinan akan adanya kekuatan supranatural yang menjaga dunia ini. Dengan demikian manusia dapat mengeksploitasi alam seoptimal mungkin tanpa di batasi oleh pandangan agama.

2.  Desacralization of politics

Desakralisasi dari politik bermakna bahwa politik tidaklah menjadi sesuatu sakral lagi. Politik harus di pisahkan dari unsur-unsur agama, oleh karena itu peran agama dalam panggung politik harus di singkirkan. Politik haruslah tidak terikat pada ajaran agama tertentu. Dari konsep inilah kita memahami mengapa syariat islam ditolak secara mati-matian oleh kaum sekularis, karena hal ini bertentangan dengan ide sekularisme yang sedang mereka lariskan.

3.  The Deconsecration of Value

Ini bermakna pengosongan nilai-nilai agama dari kehidupan manusia. Hal ini juga bermakana relativisme kebenaran, bahwa kebenaran tidak bersifat mutlak. Pandangan ini berangkat pada asumsi dasar bahwa “wahyu” turun dalam satu kurun sejarah tertentu karenanya semua sistem nilai terbentuk oleh sejarah yang mengikuti ruang dan waktu. Dan berdasarkan konteks ini pulalah sekularisasi memahami kebenaran sebagai sesuatu yang mengikuti konteks ruang dan waktu atau zaman dan kultur geografis tertentu.

F. Penutup

                Dari pemaparan diatas dapat di simpulkan bahwa sekularisasi memiliki corak yang sebenarnya dekat dengan kenyataan hidup kita sehari-hari. Trend sekularisasi dapat kita jumpai dalam ruang-ruang media dan praktik sosial politik di negeri kita. Jelas bahwa konsep ini adalah konsep yang bathil hal itu tentu tidak kita ragukan dan sanggah. Bahwa islam sebagai ajaran yang sempurna dan cocok di segala zaman dan tempat adalah bertentangan dengan sikap relativisme yang di tawarkan oleh sekularisasi.

                Sekularisasi sendiri dapat dipandang sebagai apologetik dari pemikir barat dalam mereduksi ajaran kristens itu sendiri dan keyakinan pada tuhan dan agama pada umumnya. Adalah sebuah pemaksaan jika penerapan sekularisasi coba di eksperimenkan di dunia  islam karena bentuk aqidah dan sejarah yang berbeda menghalangi sekularisasi untuk di terapkan karena tidak ada sebab-sebab yang sama yang melatar belakangi sekularisme dalam dunia kristen barat kepada dunia islam.

                Tidak ada pertentangan antara akal dan wahyu dalam dunia islam sebagaimana terjadinya pertentangan antara bible dan akal di dunia barat. Hal tersebut telah ma’ruf di fahami bahwa tidak adapertentangan antara aql dan naql sebagaimana di kutip dalam kaidah dan prinsip-prinsip pokok ahussunnah wal jama’ah

العقل الصاريح موافق للنقل الصحيح

Akal yang sehat  akan selalu mencocoki nash yang shohih

ولا تعارض قطعيان منهما ابدا

Yang qoth’i dari keduanya tidak akan bertentangan selama-lamanya

Sumber

( 8 / مجمل أصول أهل السنة والجماعة في العقيدة )

                Zul 12/10/2013

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 12, 2013 in Umum

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: