RSS

Sekelumit tentang NeoLiberalisme

31 Dec

downloadNeoliberalisme adalah faham yang mengusung gagasan kemandirian pasar dari seluruh intervensi pemerintah, gagasan ini di dasari pada sebuah “dogma ekonomi” yang menyatakan adanya kemampuan “ajaib” pasar dalam mengatur dan mengurus dirinya sendiri tanpa campur tangan dan pengarturan dari pemerintah. Gagasan pseudoscience ini yang menyerupai pseudoscience lainnya yang ada dalam ilmu biologi yakni teori evolusi yang di gagas oleh Charles Darwin yang bercerita tentang sebuah dongeng akan kemampuan materi (nature) untuk mengatur dan mengembangkan dirinya sendiri (evolusi) secara otomatis. Sebuah teori yang juga merupakan dasar dalam pandangan atheisme yang tidak hanya menjangkiti para ilmuan sosial, namun juga para natural scientis (ilmuan alam) lebih khususnya fisikawan yang dikenal memiliki pembelaan yang kuat dan mendarah daging terhadap faham Atheisme.

Gagasan Neoliberalisme adalah revisi dari ide usang liberalisme kuno yang di poles dan di make-up sedemikian rupa untuk menutupi dan melapisi hakikat yang sama. The great depression  atau krisis ekonomi besar yang mengguncang ekonomi amerika yang kemudian berimbas keseluruh negara industri lainnya pada tahun 1929 hingga tahun awal tahun 1940, telah membenamkan cita-cita liberalisme kuno yang di prarkasai oleh Adam Smith dan David Ricardo tentang kebebasan mutlak pasar dari campur tangan pemerintah. The great depression  merupakan krisis ekonomi terparah dan terlama dalam sejarah ekonomi dunia industri yang menyebabkan kebangrutan, pengangguran masal dan kemiskinan di negara-negara barat pada umumnya.

Adanya Krisis tersebut menjadi momentum menguatnya dukungan terhadap teori Keynes (John Maynard Keynes) tentang The economic state welfare yakni sebuah teori tentang perlunya campur tangan pemerintah dalam mengatur pasar yang merupakan anti tesis dari pandangan ekonomi liberal. Dalam pandangan Keynesian peran negara dalam perekonomian tidak hanya dibatasi sebagai pembuat peraturan namun di perluas sampai pada kewenangan untuk melakukan intervensi moneter dan fiskal, khususnya untuk menjamin stabilitas moneter, menggerakkan sektor riil dan menciptakan lapangan kerja. Dan dengan tegas keynes mengatakan “selama masih ada pengangguran, selama itu pulalah campur tangan negara di benarkan”.

Namun kejayaan teori keynes tidak bertahan lama, di akhir tahun 1980-an bersamaan dengan terjadinya krisis moneter secara luas di negara-negara Amerika Latin, departemen keuangan AS, bekerja sama dengan Dana moneter Internasional (IMF) dan Bank dunia, merumuskan sebuah paket kebijakan ekonomi Neoliberal yang dikenal dengan Konsensus Washington. Dari konsensus Washington ini lah agenda Neoliberal dan pembentukan tata dunia baru di jalankan.

Inti paket kebijakan konsensu washington yang menjadi menu dasar program penyesuaian struktural IMF adalah sebagai berikut :

  1. Pelaksanaan kebijakan anggaran ketat, yang masuk didalamnya program penghapusan subsidi (subsidi pendidikan, BBM dan Tarif dasar listrik dll)
  2. Liberalisasi sektor keuangan
  3. Liberalisasi sektor perdagangan
  4. Privatisasi BUMN

Seperti yang telah kita ketahui bahwa terjadinya kekacauan dan kerusuhan para tahun 1998 (chaotic & Riot) yang terjadi di indonesia bukan di picu oleh krisis politik dan agama, namun berawal dari krisis ekonomi (yang lebih tepatnya by design crysis)  yang berimbas pada sektor sosial, politik dan budaya. Karenanya ledakan kerusuhan di mei-98 seakan menjadi momentum yang tepat bagi masuknya gerbong yang membawa agenda-agenda neoliberal pada  kebijakan ekonomi dan politik di indonesia yang semakin deras dan masif.

Faham ekonomi liberal yang “mengagungkan” pertumbuhan ekonomi di cerminkan dengan pelaksanaan pembangunan ekonomi orde baru yang yang ditandai oleh tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang ternyata gagal dalam penegakan keadilan dan pemerataan ekonomi. Karnanya ekonom indonesia yang kontra terhadap neolib berpandangan bahwa pelaksanaan pembangunan orde baru telah masuk kedalam jebakan corporatocracy untuk lebih mengutamakan kepentingan global empire dari pada struktur ekonomi colonial. Karenanya setelah 60 tahun lebih Indonesia merdeka kondisi ekonomi rakyat Indonesia tidak banyak berubah. Ironisnya ekonomi rakyat Indonesia jika dibandingkan dengan zaman pemerintahan belanda, PDB perkapita Indonesia cenderung melorot. Sebagaian pengamat ekonomi menilai bahwa pertumbuhan ekonomi yang di ukur dari masuk nya modal asing ke indonesia adalah “Quasi Growth” atau pertumbuhan semu, karena pada akhirnya modal-modal asing tersebut akan kembali ke negerinya masing-masing.

Salah satu dampak yang kita mulai rasakan dari kebijakan-neolib adalah penghapusan subsidi BBM yang direncanakan akan di lepas sesuai harga pasar internasional (diatas 10.000 perliter). Hal ini di sinyalir untuk menarik investor asing menanamkan modalnya sebagai pengecer bensin di SPBU dalam negeri dan agar merek dapat bersaing dengan SPBU milik Pertamina, yang tidak mungkin bersaing dengan BMM bersubsidi. Dan saat ini kita mulai melihat para pebisnis yang masuk dalam kancah persaingan BBM non subsidi.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi kita semua wallahu’alam bis showab.

Zul 30 des 2013

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: